Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2020

Terjemah Fathul Qarib (Taqrib) Bab Shalat

Terjemah Fathul Qarib (Taqrib) Bab Shalat الصلاة المفروضة خمس الظهر وأول وقتِها زوال الشمس وآخره إذا صار ظلُ كل شيء مثلَه بعد ظلِ الزوالِ والعصر وأول وقتها الزيادة على ظل المثل وآخره في الاختيار إلى ظل المثلين وفي الجواز إلى غروب الشمس والمغرب ووقتُها واحد وهو غروب الشمس وبمقدارِ ما يؤذن ويتوضأ ويسترُ العورةَ ويقيمُ الصلاةَ ويصلِي خمسَ ركعات والعشاء أول وقتها إذا غاب الشفقُ الأحمرُ وآخره في الاختيار إلى ثلث الليل وفي الجواز إلى طلوع الفجر الثاني والصبح وأول وقتها طلوع الفجر الثاني وآخره في الاختيار إلى الأِسْفار وفي الجواز إلى طلوع الشمس . Shalat fardhu (wajib) ada 5 (lima) yaitu: 1.     Shalat Dhuhur. Awal waktunya adalah condongnya matahari. Sedangkan akhir waktu dzuhur adalah apabila bayangan benda sama dengan ukuran bendanya. 2.     Shalat Ashar. Awal waktunya adalah apabila bayangan sama dengan benda lebih sedikit. Akhir waktu Ashar dalam waktu ikhtiyar adalah apabila bayangan benda 2 (dua) kali panjang benda; akhir waktu jawaz adalah sampai terbenamnya matahar

Kematian Adalah Sunnatullah

KEMATIAN ADALAH SUNNATULLAH BENARKAH   manusia takut mati? Orang yang takut mati mungkin karena belum ada persiapan dalam menghadapinya. Sehingga, berandai-andai untuk menyelamatkan diri dari kematian. Ini hanya soal antrian saja, bisa lebih dahulu anak, istri, suami, orang tua atau orang terkasih kita lainnya karena kematian adalah ketetapan. Sebagaimana firman Allah SWT, “Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS, Al Munafiqun: 11) “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh ”. (QS. An Nisa: 78). Apabila perasaan takut terhadap kematian mampu menjadi energi positif. Maka, banyak mengingat mati adalah suatu kebaikan. Artinya, ikhtiar, berserah diri kepada Allah SWT dan jadilah manusia cerdas. Sebagaimana diingatkan oleh Rasulullah SAW yang diriwayatkan Abdullah bin Abbas

Adab-Adab Istri dan Suami (Penjelasan al-Imam al-Ghazali)

Adab-Adab Istri dan Suami (Penjelasan al-Imam al-Ghazali) Istri dan suami adalah dua insan yang saling mengikatkan diri melalui perkawinan. Terdapat hak dan kewajiban bagi masing-masing termasuk yang berkaitan dengan adab. Imam Al-Ghazali dalam kitabnya berjudul  Al-Adab fid Din  dalam  Majmu'ah Rasail al-Imam al-Ghazali  (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, halaman 442) menjelaskan 16 adab istri terhadap suami dan 12 adab suami terhadap istri. 16 Adab Istri terhadap Suami 1.       Senantiasa merasa malu terhadap suami. Seorang istri hendaknya tetap mempertahankan rasa malu kepada suami meski sudah bukan pengantin baru lagi. Tentu saja malu dalam konteks ini adalah rasa malu dalam arti positif, seperti malu ketika bau badannya menimbulkan ketidaknyamanan; malu berpenampilan tidak menarik; atau malu berperilaku buruk, dan sebagainya.  2.       Tidak banyak mendebat. Perdebatan yang berkepanjangan berpotensi menimbulkan ketegangan dan konflik. Seorang istri hend

Santri Pondok Pesantren

Nyantri Di Pondok Pesantren Pondok pesantren merupakan lembaga tafaqquh fi al-din yang mengemban misi meneruskan risalah Rasulullah Muhammad SAW sekaligus melestarikan ajaran Islam yang berhaluan Ahlu al-sunnah wa al-Jama’ah ala Thariqah al-Madzahib al-‘Arba’ah. Bagi orang tua yang anaknya sedang menimba ilmu atau nyantri di pondok pesantren, mungkin dirasakan berat oleh orang tua sebab anaknya meninggalkan mereka dalam waktu yang cukup lama. Disini, dibanding sang ayah mungkin sosok ibulah yang paling merasa berat. Namun, yang harus dipahami adalah lebih baik menangis sekarang dari pada harus menangis; 10, 20, 30, atau 40 tahun yang akan datang sebab rasa penyesalan akibat kegagalan orang tua yang tidak memberikan pendidikan agama kepada anaknya. Wahai para ibu, dulu... Ibundanya Imam Syafi'i pun merasakan hal yang sama. Hanya saja yang dilakukan beliau adalah bersabar demi ilmu agama yang akan dituntut putranya. Diceritakan, sebelum Imam Syafi'i pergi untuk menuntut i

5 (Lima) Wanita Terbaik di Alam Semesta

5 WANITA TERBAIK DI ALAM SEMESTA Sesuai hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Hibban, Imam Ahmad, dan lainnya. Dari Anas bin Malik  radhiyallahu ‘anhu , Nabi Muhammad  shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda: “Wanita paling baik di alam semesta (ada 4): Maryam binti ‘Imran, Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad  shallallahu ‘alaihi wasallam , dan Asiyah istri Fir’aun.” Kemudian ada tambahan 1 lagi yang menjadi wanita terbaik di alam semesta yang ke 5 yakni ‘Aisyah binti Abu Bakar. Hal ini sesuai sabda Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam  dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, dari Abu Musa Al-Asy’ari: “Yang sempurna dari para lelaki itu banyak dan belum sempurna dari perempuan banyak, kecuali: Asiyah istri Fir’aun, Maryam anak perempuan ‘Imran, dan keutamaan ‘Aisyah dibandingkan seluruh perempuan adalah seperti keutamaan makanan  tsarid  (kuliner) dibandingkan seluruh makanan”. ------------------------ MUNGKINKAH MASIH ADA WANITA YANG ISTIMEWA?

Khutbah Jum’at: Tiga Harta Simpanan Yang Paling Utama

Khutbah Jum’at: Tiga Harta Simpanan Yang Paling Utama إِنَّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ .  اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سَيِّدِناَ مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ Hadirin Jama’ah Jum’at rahimakumullah, Dihari jum’at yang mulia ini, marilah kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya. Hadirin Jama’ah Jum’at rahimakumullah, Ada tiga perkara yang Rasulullah SAW kabarkan kepada umatnya, yang merupakan sebaik-baiknya harta simpanan. Sebagaimana hadits ya