Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2018

ADAB TERHADAP GURU (Untuk Para Peserta Didik)

ADAB TERHADAP GURU (Untuk Para Peserta Didik) “Para pewaris nabi”, begitu julukan mereka para pemegang kemuliaan ilmu agama. Tinggi kedudukannya di hadapan Sang Pencipta. “Pahlawan tanpa tanda jasa”, inilah slogan mereka yang selalu berusaha membebaskan anak didiknya dari kebodohan di tengah segala keterbatasan. Oleh sebab itu, peserta didik harus bisa mencari kerelaan hati seorang guru, dengan cara menghormati, berkata sopan, berbuat sopan, melaksanakan nasehat, menentramkan hati, dan lain sebagainya. Mengapa peserta didik harus melakukan itu semua? Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi, Umar bin Khattab mengatakan; تواضعوا لمن تعلمون منه “Tawadhu’lah kalian terhadap orang yang mengajari kalian”. Seorang penyair berkata; وقنع بجهلك ان جفوت معلّما “Dan terimalah kebodohanmu bila kamu membangkang pada guru”. Kitab Ta’limul Muta’alim karya Sheikh az Zarnuji memberikan beberapa tips kepada para peserta didik perihal adab terhadap guru: Pertama, hendaknya t

SITI KHADIJAH BINTI KHUWAILID (Kisah pilu detik-detik kepergian Siti Khadijah)

SITI KHADIJAH BINTI KHUWAILID (Kisah pilu detik-detik kepergian Siti Khadijah) Wanita Istimewa Dua pertiga (2/3) wilayah Makkah adalah milik Khadijah, istri pertama Rasulullah SAW. Ia wanita bangsawan yang menyandang kemuliaan dan kelimpahan harta kekayaan. Namun ketika wafat, tak selembar kain kafanpun ia miliki. Bahkan baju yang dikenakannya pada saat menjelang ajal adalah pakaian kumuh dengan 83 tambalan. “Fatimah putriku, aku yakin ajalku segera tiba,” bisik Khadijah kepada Fatimah sesaat menjelang ajal. “Yang kutakutkan adalah siksa kubur. Tolong mintakan kepada ayahmu, agar beliau memberikan sorbannya yang biasa digunakan menerima wahyu untuk dijadikan kain kafanku. Aku malu dan takut memintanya sendiri”. Mendengar itu Rasulullah berkata, “Wahai Khadijah, Allah menitipkan salam kepadamu, dan telah dipersiapkan tempatmu di surga”. Siti Khadijah, Ummul Mu’minin (ibu kaum mukmin), pun kemudian menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuan Rasulullah SAW. Didekapnya sang i

PENDUKUNG & SOSOK PEMIMPIN IDEAL (Menyongsong Pesta Demokrasi, 17 April 2019)

PENDUKUNG & SOSOK PEMIMPIN IDEAL (Menyongsong Pesta Demokrasi, 17 April 2019) “Agama dan kekuasaan adalah seperti dua orang saudara kembar, keduanya tidak dapat dipisahkan. Jika salah satu tidak ada, maka yang lain tidak akan berdiri secara sempurna. Agama adalah pondasinya sementara kekuasaan adalah penjaganya. Segala sesuatu tanpa adanya pondasi akan rusak dan jika tidak dijaga, ia akan hilang”. (Imam al Ghazali). Setidaknya dalam al Qur’an ada 3 (tiga) kosa kata yang paling dekat artinya dengan pemimpin, yaitu khalifah, imam dan ulil amri. Kata “khalifah” atau yang semakna dengannya dalam al Qur’an diulang sebanyak 9 (Sembilan) kali. Sedangkan kata “imam” diulang sebanyak 6 (enam) kali. Adapun kata  “ulil amri” disebutkan pada surat an Nisa’ ayat 59; يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ... “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu,...” Menaati k

Bung Tomo

BUNG TOMO Sutomo lahir di Surabaya, Jawa Timur,  3 Oktober 1920 – meninggal di Padang Arafah, Arab Saudi, 7 Oktober 1981 pada umur 61 tahun. Ketika membentuk barisan pemberontakan Republik Indonesia, nama Bung Tomo kian melejit di antara pemimpin-pemimpin lokal di Surabaya. Ia mampu menginisiasi gerakan yang berhasil menyatukan kelompok merah dan kaum santri. “Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!” pekik Bung Tomo dalam pidatonya. Pidato Bung Tomo memiliki daya agitatif sehingga para pemimpin lokal di Surabaya dan sekitarnya tergerak untuk berjuang bersama melawan penjajah. Apa yang menarik dari pidato Bung Tomo, dalam telisik Ben Anderson (1988: 182-183), adalah daya tarik untuk menyatukan para pemimpin daerah, baik dari kalangan sekuler (kelompok merah) maupun para kiai dari pelosok. Karena mendengar seruan Bung Tomo, mereka bersedia melakukan perjalanan jauh dari pelosok menuju pelabuhan. Masih menurut Anderson, pada sekitar tanggal 21-22 Oktober, Nahdlatul Ulama (N

Selamat & Sukses_Pelantikan Pengurus OSIS