Langsung ke konten utama

Khutbah Jum'at: “Orang Yang Bangkrut di Akhirat”

“Orang Yang Bangkrut di Akhirat”
إِنَّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سَيِّدِناَ مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Hadirin Jama’ah Jum’at rahimakumullah,
Dihari jum’at yang mulia ini, marilah kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Alloh SWT dengan menjalankan segala perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya.

Hadirin Jama’ah Jum’at rahimakumullah,
Pada suatu kesempatan Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat, tentang yang disebut orang bangkrut. Hal ini sebagaimana dikisahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu sebagai berikut:
أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: أَتَدْرُوْنَ مَا الْمُفْلِسُ؟ 
Sesungguhnya Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bertanya: “Tahukah kalian siapakah yang dinamakan orang bangkrut?”
قَالُوْا: اَلْمُفْلِسُ فِيْنَا مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ
Mereka (para sahabat) menjawab: “Orang bangkrut menurut pendapat kami ialah mereka yang tidak mempunyai uang dan tidak pula mempunyai harta benda.”

Hadirin Jama’ah Jum’at rahimakumullah,
Ternyata jawaban para sahabat yang mengatakan bahwa orang yang bangkrut adalah orang yang tidak memiliki uang ataupun harta benda bukanlah jawaban yang dimaksudkan oleh Rasulullah SAW, karena Rasul tidak bertanya perihal ekonomi. Namun Rasul ingin mengajak para sahabat agar mengetahui kebangkrutan bisa terjadi tidak hanya dalam bidang ekonomi saja akan tetapi juga dalam urusan agama.

Adapun yang dimaksud orang yang bangkrut dalam urusan agama adalah sebagaimana penjelasan Rasulullah SAW dalam lanjutan hadits berikut:
فَقَالَ “إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي، يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ،
Nabi menjelaskan: “Sesungguhnya orang bangkrut dari umatku ialah mereka yang datang pada hari kiamat dengan membawa amal kebaikan dari shalat, puasa, dan zakat.
وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هٰذَا، وَقَذَفَ هٰذَا، وَأَكَلَ مَالَ هٰذَا، وَسَفَكَ دَمَ هٰذَا، وَضَرَبَ هٰذَا.
Akan tetapi, mereka dahulu pernah mencaci maki orang lain, menuduh orang lain, memakan harta orang lain, menumpahkan darah orang lain dan memukul orang lain.
فَيُعْطِى هٰذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهٰذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ.
Maka kepada orang yang mereka salahi itu diberikan pahala amal baik mereka; dan kepada orang yang lain lagi diberikan pula amal baik mereka.
فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ، قَبْلَ أَنْ يَقْضَى مَا عَلَيْهِ، أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ. ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ.
Apabila amal baik mereka telah habis sebelum hutangnya lunas, maka diambillah kesalahan orang yang disalahi itu dan diberikan kepada mereka; Sesudah itu, mereka akan dilemparkan ke dalam neraka.”

Hadirin Jama’ah Jum’at rahimakumullah,
Jadi, setiap orang dari umat Rasulullah SAW akan mendapatkan pahala atau dosa dari apa yang mereka lakukan semasa hidupnya. Namun pahala-pahala yang telah didapat akan ditukar dengan dosa-dosa sosialnya akibat berbuat dzalim kepada sesama manusia. seperti mencaci maki, menuduh, memfitnah, memakan harta yang bukan haknya, membunuh secara tidak sah, melukai atau menyakiti hati orang lain dan sebagainya.

Adapun contoh sederhana yang sangat jarang disadari oleh kita adalah seperti ghibah/menggunjing, misalnya; ketika tetangga kita membuat sebuah acara/kegiatan yang ramai dan banyak mengeluarkan biaya, maka dia akan mencari-cari kesalahan tetangganya itu dengan mengatakan; “uang dari mana ia bisa membuat sebuah acara/kegiatan yang ramai itu…dst”. Apabila tetangga kita membeli cincin/gelang/kalung dari emas, maka dia akan mencari-cari kesalahan tetangganya itu dengan mengatakan; “uang dari mana ia bisa membeli emas itu…dst”. Jika tetangga kita membeli motor/mobil, maka ia juga akan mencari-cari kesalahan tetangganya itu dengan mengatakan; “uang dari mana ia bisa membeli motor/mobil itu…dst”. dan bila tetangganya bisa membangun sebuah rumah yang besar nan megah, maka ia akan terus mencari-cari kesalahan tetangganya itu dengan mengatakan; “uang dari mana ia bisa membangun sebuah rumah yang besar nan megah itu...dst”.

Dari contoh yang sangat sederhana itu, nyatalah bahwa, orang yang selalu mencari-cari kesalahan orang lain berarti ia adalah termasuk orang yang telah mendzalimi orang lain. Kenapa bisa demikian? Karena ia belum mampu untuk mensyukuri segala nikmat yang ia peroleh yang telah diberikan Alloh SWT kepadanya.

Hadirin Jama’ah Jum’at rahimakumullah,
Apabila besarnya dosa-dosa sosial akibat kedzaliman tidak sebanding dengan kesalehan-kesalehan yang dilakukannya maka dosa-dosa dari orang-orang yang didzalimi akan diberikan kepada orang yang mendzalimi hingga mencapai titik impas. Apabila titik impas tidak tercapai, maka Allah SWT akan melemparkan orang yang mendzalimi itu ke dalam neraka.

Hadirin Jama’ah Jum’at rahimakumullah,
Meskipun demikian, kedzaliman manusia terhadap manusia lainnya pada dasarnya merupakan urusan manusia karena termasuk ranah muamalah. Namun, sebelum pihak yang melakukan kedzaliman menyelesaikan masalahnya, seperti meminta maaf kepada pihak yang didzalimi semasa hidupnya maka dosanya tidak akan lunas. Apabila hal ini tidak dilakukan hingga masing-masing meninggal dunia, maka Allah akan memperhitungkannya di akhirat kelak. 

Jadi, melakukan kedzaliman terhadap sesama manusia bukanlah persoalan sepele karena urusannya bisa sampai ke akhirat. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits marfu’ yang diriwayatkan dari Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu sebagai berikut:
وَأَمَّا الظُّلْمُ الَّذِي لا يَتْرُكُهُ الله فَظُلْمُ الْعِبَادِ بَعْضِهِمْ بَعْضًا حَتَّى يُدَبِّرُ لِبَعْضِهِمْ مِنْ بَعْضٍ
“Adapun kedzaliman yang tidak akan dibiarkan oleh Allah adalah kedzaliman manusia atas manusia lainnya hingga mereka menyelesaikan urusannya.”

Hadirin Jama’ah Jum’at rahimakumullah,
Semoga kita dapat menjaga amal ibadah kita, agar di akhirat kelak tidak ludes oleh dosa-dosa sosial akibat kedzaliman yang kita perbuat. Dan mudah-mudahan kita semua senantiasa diberi kekuatan oleh Allah SWT untuk mampu menjaga lisan, tangan dan anggota tubuh lainnya dari melakukan perbuatan-perbuatan yang mendzalimi orang lain agar kita tidak tergolong sebagai orang-orang yang bangkrut di akhirat. Amin amin ya robbal alamiin…
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pidato Bahasa Indonesia Sholat Adalah Tiang Agama

Tema : Sholat Adalah Tiang Agama Assalamu’alaikum Wr. Wb. إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ ،َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.، أَمَّا بَعْدُ Yang saya hormati… Hadirin hadirot rohimakumulloh, Pertama, marilah kita panjatkan puji syukur kita kepada Alloh SWT yang telah memberikan kepada kita kesempurnaan akal serta kesehatan badan. Kedua, Sholawat serta Salam semoga tetap terlimpah curahkan kepada junjungan kita nabi agung Muhammad SAW, sebagai nabi pembawa rahmat dan satu-satunya nabi pemberi syafa’at fiyaumil kiyamat. Hadirin hadirot rohimakumulloh, Pada kesempatan yang penuh barokah ini, saya akan menyampaikan pidato saya dengan tema “Sholat adalah Tiang Agama”. Hadirin hadirot rohimakumull...

Pidato Bahasa Indonesia Tanda-Tanda Orang Munafik

Tema : Tanda-Tanda Orang Munafik Assalamu’alaikum Wr. Wb. إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ ،َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.، أَمَّا بَعْدُ Yang saya hormati… Hadirin hadirot rohimakumulloh, Puji syukur kita panjatkan kehadirot Alloh SWT yang telah memberikan kita iman, islam dan kesempurnaan akal. Sholawat serta Salam semoga tetap terlimpah curahkan kepada junjungan kita nabi agung Muhammad SAW, nabi pembawa rahmat untuk semesta alam. Hadirin hadirot rohimakumulloh, “lain dimulut lain dihati " itulah pribahasa yang cocok dengan apa yang akan saya sampaikan kali ini, karena saya akan berpidato dengan tema “tanda-tanda orang munafik”. Hadirin hadirot rohimakumulloh, Munafik adalah sala...

Pidato Bahasa Indonesia Kelebihan Pondok Pesantren

Tema : Kelebihan Pondok Pesantren Assalamu ‘Alaikum Wr. Wb  . إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ ،َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.، أَمَّا بَعْدُ Yang saya hormati… Serta Rekan-rekan santri rohimakumulloh. Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan kurnia- Nya kepada kita sehingga kita dapat melangkahkan kaki dan mengayunkan tangan untuk hadir di tempat ini yang insyaalloh dirahmati Alloh SWT. Shalawat serta Salam senantiasa kita sanjungkan kepada junjungan kita Rosululloh Muhammad SAW, para sahabat, dan pengikutnya hingga akhir zaman. Rekan-rekan santri rohimakumulloh, Kita sebagai seorang santri yang tinggal di pondok pesantren pasti pernah merasakan kejenuhan, meras...