Langsung ke konten utama

Khutbah Jum'at Riya' (Syirik Kecil)


Khutbah Jum’at: Riya’ (syirik kecil)


ุฅู†َّ ุงู„ุญَู…ْุฏَ ู„ู„ู‡، ู†َุญْู…َุฏُู‡ُ ูˆَู†َุณْุชَุนِูŠْู†ُู‡ُ ูˆَู†َุณْุชَุบْูِุฑُู‡ُ، ูˆَู†َุนُูˆْุฐُ ุจِุง ู„ู„ู‡ ู…ِู†ْ ุดُุฑُูˆْุฑِ ุฃَู†ْูُุณِู†َุง، ูˆَู…ِู†ْ ุณَูŠِّุฆَุงุชِ ุฃَุนْู…َุงู„ِู†َุง، ู…َู†ْ ูŠَู‡ْุฏِู‡ِ ุงู„ู„ู‡ُ ูَู„ุงَ ู…ُุถِู„َّ ู„َู‡ُ، ูˆَู…َู†ْ ูŠُุถْู„ِู„ْู‡ُ ูَู„ุงَ ู‡َุงุฏِูŠَ ู„َู‡ُ، ุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃู†ْ ู„ุงَ ุฅู„َู‡َ ุฅู„ุงَّ ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„ุงَ ุดَุฑِูŠْูƒَ ู„َู‡ُ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃู†َّ ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนَุจْุฏُู‡ُ ูˆَุฑَุณُูˆู„ُู‡ُ، ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّู‰ ุนَู„َู‰ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَุนَู„َู‰ ุงَู„ِู‡ِ ูˆَุฃَุตْุญَุงุจِู‡ِ ูˆَู…َู†ْ ุชَุจِุนَ ู‡ُุฏًู‰، ูŠَุงุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ، ุญَู‚َّ ุชُู‚َุงุชِู‡ِ ูˆَู„ุงَ ุชَู…ُูˆุชُู†َّ ุฅِู„ุงَّ ูˆَุฃَู†ْุชُู…ْ ู…ُุณْู„ِู…ُูˆู†َ.
Hadirin jama’ah jum’ah rohimakumulloh
Pada hari jum’at yang mulia ini, marilah kita senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt dengan menjalankan segala perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-laranyan-Nya.

Hadirin jama’ah jum’ah rohimakumulloh
Hari ini, kita dihadapkan pada suatu masa, dimana ketika harta, jabatan, serta pujian manusia menjadi ukuran kemuliaan dan kesuksesan seseorang. Sehingga, banyak yang beranggapan bahwa orang yang hebat adalah orang yang terkenal, orang yang sukses adalah orang yang punya jabatan dan orang yang besar adalah orang yang memiliki harta yang melimpah. Padahal itu semua hanyalah sekedar asumsi, palsu, hoax dan simbol-simbol sejenisnya yang sengaja dimunculkan untuk merusak pemahaman manusia tentang makna kesuksesan dan kemuliaan seseorang itu sendiri. Yang sebenarnya adalah ukuran hakikat kesuksesan dan kemuliaan seseorang hanyalah ketaqwaan dan ketaatan kepada Allah swt.
ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„ู†َّุงุณُ ุฅِู†َّุง ุฎَู„َู‚ْู†َุงูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ุฐَูƒَุฑٍ ูˆَุฃُู†ْุซَู‰ ูˆَุฌَุนَู„ْู†َุงูƒُู…ْ ุดُุนُูˆْุจًุง ูˆَู‚َุจَุงุฆِู„َ ู„ِุชَุนَุงุฑَูُูˆْุง ุฅِู†َّ ุฃَูƒْุฑَู…َูƒُู…ْ ุนِู†ْุฏَ ุงู„ู„ู‡ِ ุฃَุชْู‚َูƒُู…ْ ุฅِู†َّ ุงู„ู„ู‡َ ุนَู„ِูŠْู…ٌ ุฎَุจِูŠْุฑٌ.
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, serta menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa. Sesunggguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.
(QS. al-Hujurat 13).

Hadirin jama’ah jum’ah rohimakumulloh
Adanya pemahaman tentang ukuran kesuksesan dan kemuliaan seseorang yang diukur pada sebuah jabatan, banyaknya harta serta kemasyhuran seseorang yang pada akhirnya banyak orang yang beramal hanya demi mencari kerelaan manusia saja, asal pekerjaan itu disenangi, dikagumi serta mulia di mata manusia maka itu sudah cukup baginya tanpa peduli adanya pahala dan balasan dari Allah swt. Sehingga, muncullah golongan manusia yang beramal supaya dilihat dan dipuji oleh orang lain, atau beramal karena riya’ belaka. Mereka berebut agar bisa menjadi objek pujian dan perhatian manusia dalam setiap amal yang mereka kerjakan. Karena mereka menganggapnya itu adalah salah satu upaya mengejar kesuksesan serta kemuliaan dalam hidup. Tanpa disadari, sebenarnya mereka sedang mengejar kesia-siaan belaka. Mereka lupa, bahwa hidup bukan hanya sekedar untuk mencari pujian dan kebanggaan palsu. Namun, inti dari penciptaan manusia di dunia ini adalah untuk beribadah ikhlas hanya kepada-Nya. Karena semua perbuatan kita, baik atau buruk, besar atau kecil pasti akan mendapatkan balasan yang setimpal dari Alloh swt.

Lantas, bagaimana dengan mereka yang beramal dengan menjilat manusia?.
Rasulullah ๏ทบ bersabda, “Barangsiapa yang mencari keridhaan Allah meskipun ia memperoleh kebencian dari manusia, maka Allah akan mencukupkan dia dari ketergantungan kepada manusia. Dan barangsiapa yang mencari keridhaan manusia dengan mendatangkan kemurkaan Allah, maka Allah akan menyerahkannya kepada manusia.” (HR Tirmidzi).


Hadirin jama’ah jum’ah rohimakumulloh
Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin menjelaskan tentang definisi riya’, apa itu riya’? “Riya’ merupakan ibadahnya seseorang kepada Allah, akan tetapi ia melakukan dan membaguskannya supaya dilihat dan dipuji oleh orang lain, agar supaya dikatakan sebagai ahli ibadah, orang yang khusyu’ shalatnya, yang banyak berinfaq dan lain sebagainya”.

Mengenai riya’ ini,  Rasulullah saw menyebut riya’ dengan “syirik kecil”. 
Sebagai sabda beliau Rasulullah saw:
ุฅِู†َّ ุฃَุฎْูˆَูَ ู…َุง ุฃَุฎَุงูُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ุงู„ุดِّุฑْูƒُ ุงู„ْุฃَุตْุบَุฑُ ู‚َุงู„ُูˆุง ูˆَู…َุง ุงู„ุดِّุฑْูƒُ ุงู„ْุฃَุตْุบَุฑُ ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ู‚َุงู„َ ุงู„ุฑِّูŠَุงุกُ ูŠَู‚ُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ ู„َู‡ُู…ْ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ุฅِุฐَุง ุฌُุฒِูŠَ ุงู„ู†َّุงุณُ ุจِุฃَุนْู…َุงู„ِู‡ِู…ْ ุงุฐْู‡َุจُูˆุง ุฅِู„َู‰ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ูƒُู†ْุชُู…ْ ุชُุฑَุงุกُูˆู†َ ูِูŠ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ูَุงู†ْุธُุฑُูˆุง ู‡َู„ْ ุชَุฌِุฏُูˆู†َ ุนِู†ْุฏَู‡ُู…ْ ุฌَุฒَุงุกً
Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil.” Mereka bertanya: Apa itu syirik kecil wahai Rasulullah? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Riya’, Allah ‘azza wajalla berfirman kepada mereka pada hari kiamat saat semua manusia diberi balasan atas amal-amal mereka: Temuilah orang-orang yang dulu kau perlihatkan amalmu kepada mereka di dunia, lalu lihatlah apakah kalian menemukan balasan disisi mereka?” (HR. Ahmad)

Imam Nawawi dalam kitab Riyadush Shalihin, dalam bab Tahriimur Riya’ (pengharaman riya’) menyebutkan sebuah hadist yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah. Dalam hadist tersebut Rasulullah bersabda tentang tiga orang yang pertama kali di hisab pada hari kiamat. Mereka adalah “orang yang mati syahid dalam pertempuran, seseorang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya, serta orang yang selalu berinfaq di jalan Allah. Setelah mereka dipanggil, maka ditunjukkan kepada mereka kenikmatan dan pahala yang banyak karena amal shalih yang telah mereka kerjakan. Namun ternyata pahala mereka musnah, dan ketiganya justru menjadi penghuni neraka, karena ternyata amal kebaikan yang mereka kerjakan di dunia hanya bertujuan mendapatkan pengakuan dan pujian dari manusia belaka. Mereka menjual pahala dan kenikmatan akhirat demi manisnya ucapan dan indahnya pandangan orang lain. Na’udzu billahi min dzalik.

Hadirin jama’ah jum’ah rohimakumulloh
Rasulullah saw pernah mengajarkan sebuah do’a yang dapat kita jadikan perisai dari perbuatan syirik kecil (Riya’). Beliau bersabda dalam sebuah hadist,
“Takutlah kalian terhadap syirik karena dia lebih halus dari langkah semut.” Kemudian seseorang bertanya, “Wahai Rasulallah, bagaimana kami harus menghindarinya, sementara dia lebih halus dari langkah semut?” Maka beliau menjawab: “Berdo’alah dengan membaca:
ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†َّุง ู†َุนُูˆุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†ْ ุฃَู†ْ ู†ُุดْุฑِูƒَ ุจِูƒَ ุดَูŠْุฆًุง ู†َุนْู„َู…ُู‡ُ ูˆَู†َุณْุชَุบْูِุฑُูƒَ ู„ِู…َุง ู„َุง ู†َุนْู„َู…ُ.
“Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu yang kami ketahui dan kami meminta ampun kepada-Mu terhadap apa yang tidak kami ketahui”. (HR Ahmad)

Hadirin jama’ah jum’ah rohimakumulloh
Semoga Allah swt senantiasa menjaga keikhlasan hati kita dan menjauhkan kita dari beramal karena pujian dan penglihatan manusia belaka, karena sesungguhnya Allah swt Maha Mengetahui semua yang kita sembunyikan dalam hati dan Allah hanya akan menerima amalan yang ditujukan semata hanya untuk mencari ridha-Nya. ุงู…ูŠู† ุงู…ูŠู† ูŠุงุฑุจ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†
ุจَุงุฑَูƒَ ุงู„ู„ู‡ُ ู„ِูŠْ ูˆَู„َูƒُู…ْ ูِูŠ ุงู„ْู‚ُุฑْุขู†ِ ุงู„ْุนَุธِูŠْู…ِ، ูˆَู†َูَุนَู†ِูŠْ ูˆَุฅِูŠَّุงูƒُู…ْ ุจِู…َุง ูِูŠْู‡ِ ู…ِู†َ ุงْู„ุขูŠَุงุชِ ูˆَุงู„ุฐِّูƒْุฑِ ุงู„ْุญَูƒِูŠْู…ِ، ูˆَุชَู‚َุจَู„َّ ุงู„ู„ู‡ُ ู…ِู†ِّูŠْ ูˆَู…ِู†ْูƒُู…ْ ุชِู„ุงَูˆَุชَู‡ُ، ุฅِู†َّู‡ُ ู‡ُูˆَ ุงู„ุณَّู…ِูŠْุนُ ุงู„ْุนَู„ِูŠْู…ُ.

 Do’a Khutbah Jum’at 2

ุงَู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ู„ู‡ ุญَู…ْุฏًุง ูƒَุซِูŠْุฑًุง ูƒَู…َุง ุงَู…َุฑَ. ุงَุดْู‡َุฏُ ุงَู†ْ ู„َุง ุงِู„َู‡َ ุงِู„َّุง ุงู„ู„ู‡ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„َุง ุดَุฑِูŠْูƒَ ู„َู‡ُ ุงِุฑْุบَุงู…ًุง ู„ِู…َู†ْ ุฌَุญَุฏَ ุจู‡ ูˆَ ูƒَูَุฑَ. ูˆَ ุงَุดْู‡َุฏُ ุงَู†َّ ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนَุจْุฏُู‡ُ ูˆَ ุฑَุณُูˆْู„ُู‡ُ ูˆَ ุญَุจِูŠْุจُู‡ُ ูˆَ ุฎَู„ِูŠْู„ُู‡ُ ุณَูŠِّุฏُ ุงู„ْุฅِู†ْุณِ ูˆَ ุงู„ْุจَุดَุฑِ. ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ูˆَ ุณَู„ِّู…ْ ูˆَ ุจَุงุฑِูƒْ ุนَู„َู‰ ุณูŠุฏู†ุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَ ุนَู„َู‰ ุงَู„ِู‡ِ ูˆَ ุงَุตْุญَุงุจِู‡ِ ูˆَ ุณَู„َّู…َ ุชَุณْู„ِูŠْู…ًุง ูƒَุซِูŠْุฑًุง.
ุงَู…َّุง ุจَุนْุฏُ، ูَูŠَุง ุนِุจَุงุฏَ ุงู„ู„ู‡ ุงِุชَّู‚ُูˆْุง ุงู„ู„ู‡ ูˆَ ุงุนْู„َู…ُูˆْุง ุงَู†َّ ุงู„ู„ู‡ ูŠُุญِุจُّ ู…َูƒَุงุฑِู…َ ุงู„ْุฃُู…ُูˆْุฑِ ูˆَ ูŠَูƒْุฑَู‡ُ ุณَูَุงุณِูَู‡َุง ูŠُุญِุจُّ ู…ِู†ْ ุนِุจَุงุฏِู‡ِ ุงَู†ْ ูŠَّูƒُูˆْู†ُูˆْุง ูِู‰ ุชَูƒْู…ِูŠْู„ِ ุงِุณْู„َุงู…ِู‡ِ ูˆَ ุงِูŠْู…َุงู†ِู‡ِ ูˆَ ุงِู†َّู‡ُ ู„َุง ูŠَู‡ْุฏِู‰ ุงู„ْู‚َูˆْู…َ ุงู„ْูَุงุณِู‚ِูŠْู†َ. ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ูˆَ ุณَู„ِّู…ْ ูˆَ ุจَุงุฑِูƒْ ุนَู„َู‰ ุณูŠุฏู†ุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَ ุนَู„َู‰ ุงَู„ِ ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูƒَู…َุง ุตَู„َّูŠْุชَ ูˆَ ุณَู„َّู…ْุชَ ูˆَ ุจَุงุฑَูƒْุชَ ุนَู„َู‰ ุงِุจْุฑَุงู‡ِูŠْู…َ ูˆَ ุนَู„َู‰ ุงَู„ِ ุงِุจْุฑَุงู‡ِูŠْู…َ ูِู‰ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠْู†َ ุงِู†َّูƒَ ุญَู…ِูŠْุฏٌ ู…َุฌِูŠْุฏٌ .ุจِุฑَุญْู…َุชِูƒَ ูŠَุงุงَุฑْุญَู…َ ุงู„ุฑَุญِู…ِูŠْู†َ. ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุบْูِุฑْ ู„ِู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠْู†َ ูˆَ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†َุงุชِ ูˆَ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ِูŠْู†َ ูˆَ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…َุงุชِ ุงَู„ْุฃَุญْูŠَุงุกِ ู…ِู†ْู‡ُู…ْ ูˆَุงู„ْุฃَู…ْูˆَุงุชِ ุงِู†َّูƒَ ุณَู…ِูŠْุนٌ ู‚َุฑِูŠْุจٌ ู…ُุฌِูŠْุจُ ุงู„ุฏَّุนْูˆَุงุชِ ูˆَ ู‚َุงุถِูŠَ ุงู„ْุญَุงุฌَุงุชِ. ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฑَุจَّู†َุง ู„َุง ุชُุฒِุบْ ู‚ُู„ُูˆْุจَู†َุง ุจَุนْุฏَ ุงِุฐْู‡َุฏَูŠْุชَู†َุง ูˆَ ู‡َุจْู„َู†َุง ู…ِู†ْ ู„َุฏُู†ْูƒَ ุฑَุญْู…َุฉً ุงِู†َّูƒَ ุงَู†ْุชَ ุงู„ْูˆَู‡َّุงุจُ. ุฑَุจَّู†َุง ู„َุง ุชَุฌْุนَู„ْ ูِู‰ ู‚ُู„ُูˆْุจَู†َุง ุบِู„ًّุง ู„ِู„َّุฐِูŠْู†َ ุงَู…َู†ُูˆْุง ุฑَุจَّู†َุง ุงِู†َّูƒَ ุฑَุคُูˆْูٌ ุฑَّุญِูŠْู…ٌ. ุฑَุจَّู†َุง ู‡َุจْู„َู†َุง ู…ِู†ْ ุงَุฒْูˆَุงุฌِู†َุง ูˆَ ุฐُุฑِّูŠَّุชِู†َุง ู‚ُุฑَّุฉَ ุงَุนْูŠُู†ٍ ูˆَ ุงุฌْุนَู„ْู†َุง ู„ِู„ْู…ُุชَّู‚ِูŠْู†َ ุงِู…َุงู…ًุง. ุฑَุจَّู†َุง ุงَุชِู†َุง ูِู‰ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ุญَุณَู†َุฉً ูˆَ ูِู‰ ุงู„ْุขุฎِุฑَุฉِ ุญَุณَู†َุฉً ูˆَ ู‚ِู†َุง ุนَุฐَุงุจَ ุงู„ู†َّุงุฑِ. ูˆَุงْู„ุญَู…ْุฏُ ู„ู„ู‡ ุฑَุจِ ุงْู„ุนุงู„ู…ูŠْู†َ.
ุนِุจَุงุฏَ ุงู„ู„ู‡! ุงِู†َّ ุงู„ู„ู‡ ูŠَุฃْู…ُุฑُ ุจِุงู„ْุนَุฏْู„ِ ูˆَ ุงู„ْุฅِุญْุณَุงู†ِ ูˆَ ุงِูŠْุชَุงุกِ ุฐِู‰ ุงู„ْู‚ُุฑْุจَู‰ ูˆَ ูŠَู†ْู‡َู‰ ุนَู†ِ ุงู„ْูَุญْุดَุงุกِ ูˆَ ุงู„ْู…ُู†ْูƒَุฑِ ูˆَ ุงู„ْุจَุบْู‰ِ ูŠَุนِุธُูƒُู…ْ ู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชَุฐَّูƒَّุฑُูˆْู†َ ูَุงุฐْูƒُุฑُูˆْุง ุงู„ู„ู‡ ุงู„ْุนَุธِูŠْู…َ ูŠَุฐْูƒُุฑْูƒُู…ْ ูˆَ ุงุดْูƒُุฑُูˆْู‡ُ ุนَู„َู‰ ู†ِุนَู…ِู‡ِ ูŠَุฒِุฏْูƒُู…ْ ูˆَ ู„َุฐِูƒْุฑُ ุงู„ู„ู‡ِ ุงَูƒْุจَุฑُ .


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pidato Bahasa Indonesia Sholat Adalah Tiang Agama

Tema : Sholat Adalah Tiang Agama Assalamu’alaikum Wr. Wb. ุฅِู†َّ ุงู„ْุญَู…ْุฏَ ู„ِู„َّู‡ِ ู†َุญْู…َุฏُู‡ُ ูˆَู†َุณْุชَุนِูŠْู†ُู‡ُ ูˆَู†َุณْุชَุบْูِุฑُู‡ُ، ูˆَู†َุนُูˆุฐُ ุจِุงู„ู„ู‡ِ ู…ِู†ْ ุดُุฑُูˆْุฑِ ุฃَู†ْูُุณِู†َุง ูˆَู…ِู†ْ ุณَูŠِّุฆَุงุชِ ุฃَุนْู…َุงู„ِู†َุง، ู…َู†ْ ูŠَู‡ْุฏِู‡ِ ุงู„ู„ู‡ُ ูَู„ุงَ ู…ُุถِู„َّ ู„َู‡ُ ูˆَู…َู†ْ ูŠُุถْู„ِู„ْ ูَู„ุงَ ู‡َุงุฏِูŠَ ู„َู‡ُ ،َุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ْ ู„ุงَ ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„ุงَุดَุฑِูŠْูƒَ ู„َู‡ُ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†َّ ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนَุจْุฏُู‡ُ ูˆَุฑَุณُูˆْู„ُู‡ُ.، ุฃَู…َّุง ุจَุนْุฏُ Yang saya hormati… Hadirin hadirot rohimakumulloh, Pertama, marilah kita panjatkan puji syukur kita kepada Alloh SWT yang telah memberikan kepada kita kesempurnaan akal serta kesehatan badan. Kedua, Sholawat serta Salam semoga tetap terlimpah curahkan kepada junjungan kita nabi agung Muhammad SAW, sebagai nabi pembawa rahmat dan satu-satunya nabi pemberi syafa’at fiyaumil kiyamat. Hadirin hadirot rohimakumulloh, Pada kesempatan yang penuh barokah ini, saya akan menyampaikan pidato saya dengan tema “Sholat adalah Tiang Agama”. Hadirin hadirot rohimakumull...

Pidato Bahasa Indonesia Tanda-Tanda Orang Munafik

Tema : Tanda-Tanda Orang Munafik Assalamu’alaikum Wr. Wb. ุฅِู†َّ ุงู„ْุญَู…ْุฏَ ู„ِู„َّู‡ِ ู†َุญْู…َุฏُู‡ُ ูˆَู†َุณْุชَุนِูŠْู†ُู‡ُ ูˆَู†َุณْุชَุบْูِุฑُู‡ُ، ูˆَู†َุนُูˆุฐُ ุจِุงู„ู„ู‡ِ ู…ِู†ْ ุดُุฑُูˆْุฑِ ุฃَู†ْูُุณِู†َุง ูˆَู…ِู†ْ ุณَูŠِّุฆَุงุชِ ุฃَุนْู…َุงู„ِู†َุง، ู…َู†ْ ูŠَู‡ْุฏِู‡ِ ุงู„ู„ู‡ُ ูَู„ุงَ ู…ُุถِู„َّ ู„َู‡ُ ูˆَู…َู†ْ ูŠُุถْู„ِู„ْ ูَู„ุงَ ู‡َุงุฏِูŠَ ู„َู‡ُ ،َุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ْ ู„ุงَ ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„ุงَุดَุฑِูŠْูƒَ ู„َู‡ُ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†َّ ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนَุจْุฏُู‡ُ ูˆَุฑَุณُูˆْู„ُู‡ُ.، ุฃَู…َّุง ุจَุนْุฏُ Yang saya hormati… Hadirin hadirot rohimakumulloh, Puji syukur kita panjatkan kehadirot Alloh SWT yang telah memberikan kita iman, islam dan kesempurnaan akal. Sholawat serta Salam semoga tetap terlimpah curahkan kepada junjungan kita nabi agung Muhammad SAW, nabi pembawa rahmat untuk semesta alam. Hadirin hadirot rohimakumulloh, “lain dimulut lain dihati " itulah pribahasa yang cocok dengan apa yang akan saya sampaikan kali ini, karena saya akan berpidato dengan tema “tanda-tanda orang munafik”. Hadirin hadirot rohimakumulloh, Munafik adalah sala...

Pidato Bahasa Indonesia Kelebihan Pondok Pesantren

Tema : Kelebihan Pondok Pesantren Assalamu ‘Alaikum Wr. Wb  . ุฅِู†َّ ุงู„ْุญَู…ْุฏَ ู„ِู„َّู‡ِ ู†َุญْู…َุฏُู‡ُ ูˆَู†َุณْุชَุนِูŠْู†ُู‡ُ ูˆَู†َุณْุชَุบْูِุฑُู‡ُ، ูˆَู†َุนُูˆุฐُ ุจِุงู„ู„ู‡ِ ู…ِู†ْ ุดُุฑُูˆْุฑِ ุฃَู†ْูُุณِู†َุง ูˆَู…ِู†ْ ุณَูŠِّุฆَุงุชِ ุฃَุนْู…َุงู„ِู†َุง، ู…َู†ْ ูŠَู‡ْุฏِู‡ِ ุงู„ู„ู‡ُ ูَู„ุงَ ู…ُุถِู„َّ ู„َู‡ُ ูˆَู…َู†ْ ูŠُุถْู„ِู„ْ ูَู„ุงَ ู‡َุงุฏِูŠَ ู„َู‡ُ ،َุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ْ ู„ุงَ ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„ุงَุดَุฑِูŠْูƒَ ู„َู‡ُ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†َّ ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนَุจْุฏُู‡ُ ูˆَุฑَุณُูˆْู„ُู‡ُ.، ุฃَู…َّุง ุจَุนْุฏُ Yang saya hormati… Serta Rekan-rekan santri rohimakumulloh. Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan kurnia- Nya kepada kita sehingga kita dapat melangkahkan kaki dan mengayunkan tangan untuk hadir di tempat ini yang insyaalloh dirahmati Alloh SWT. Shalawat serta Salam senantiasa kita sanjungkan kepada junjungan kita Rosululloh Muhammad SAW, para sahabat, dan pengikutnya hingga akhir zaman. Rekan-rekan santri rohimakumulloh, Kita sebagai seorang santri yang tinggal di pondok pesantren pasti pernah merasakan kejenuhan, meras...