PENELITIAN EX-POST FACTO
Disusun Untuk
Memenuhi Tugas Kelompok
Mata Kuliah Metodologi
Penelitian Manajemen Pendidikan
Dosen Pengampu
:
Prof. Dr. H. Karwono,
M.Pd
Dr. H. Agus Sutanto,
M.Si
Dr. Achyani, M.Si
Oleh :
Nasihudin Mustofa NPM : 14720030
PROGRAM PASCASARJANA
MAGISTER
MANAJEMEN PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH METRO
2015
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirobbil
alamiin. Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas nikmat dan hidayah-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah kelompok dengan judul
“Penelitian Ex-post Facto” untuk mata kuliah Metodologi Penelitian Manajemen
Pendidikan.
Terima
kasih kami sampaikan kepada pihak-pihak yang telah memberi dukungan dan
semangat sehingga kami dapat melangkah sampai sejauh ini dan semoga akan tetap
berlanjut untuk ke depannya.
Kami
menyadari bahwa dalam makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Pada
kesempatan ini kami juga mengharapkan saran konstruktif demi kesempurnaan
makalah dan pengetahuan kami lebih lanjut.
Akhirnya,
semoga makalah ini dapat memenuhi tagihan tugas mata kuliah terkait.
Metro, Maret 2015
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL …………………………………………………. i
KATA PENGANTAR …………………………………………………… ii
DAFTAR ISI ………………………………………………………… iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang ……………………………………………. 1
B. Rumusan Masalah ……………………………………… 2
C. Tujuan Penulisan ………………………………………… 2
D. Manfaat Penulisan ……………………………………… 2
BAB II TINJAUAN
PUSTAKA
A. Penelitian Eksperimen ………………………………….. 3
B. Penelitian Ex-Post Facto ……………………………….. 11
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
………………………………………………… 15
B. Saran ……………………………………………………..… 15
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Penelitian
merupakan salah satu upaya manusia dalam memecahkan masalah yang
sering timbul di sekitarnya. Seorang peneliti
pada prakteknya di lapangan akan memilih salah
satu metode yang dipandang paling cocok untuk penelitiannya,
yaitu yang sesuai dengan data yang akan diperoleh,
tujuan, dan masalah yang akan dipecahkan (efektivitas). Pertimbangan lainnya
adalah masalah efesiensi, yaitu seorang peneliti harus memperhatikan
keterbatasan dana, tenaga, waktu dan kemampuan.
Dengan demikian metode penelitian yang dapat menghasilkan
informasi yang lengkap dan valid, dilakukan dengan cepat, sehingga dapat
menghemat biaya, tenaga dan waktu. Ada banyak penelitian yang sering dipakai
oleh peneliti, diantaranya penelitian eksperimen dan penelitian ex-post facto.
Penelitian
eksperimen adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui akibat yang
ditimbulkan dari suatu perlakuan yang diberikan secara sengaja oleh peneliti.
Penelitian eksperimen pada prisipnya dapat didefinisikan sebagai metode
sistematis guna membangun hubungan yang mengandung fenomena sebab akibat (causal-effect
relationship). Sedangkan penelitian ex-post facto merupakan merupakan
penelitian dimana variabel-variabel bebas telah terjadi ketika peneliti mulai
dengan pengamatan variabel-variabel terikat dalam suatu penelitian.
Untuk
dapat melaksanakan suatu penelitian yang baik, perlu dipahami terlebih dahulu
segala sesuatu yang berkait dengan komponen-komponen penelitian.
Baik yang berkaitan dengan jenis-jenis variabel, hakekat penelitian,
karakteristik, tujuan, syarat-syarat penelitian, langkah-langkah
penelitian dan bentuk-bentuk desain. Dalam makalah ini akan dibahas lebih
lanjut tentang penelitian eksperimen dan ex post facto.
B. Rumusan
masalah
Rumusan
makalah dalam penelitian ini adalah :
1.
Apakah pengertian penelitian eksperimen?
2.
Bagaimana rancangan penelitian eksperimen?
3.
Apakah penelitian ex-pos facto?
4.
Apakah ciri-ciri penelitian expos facto?
5.
Bagaimana langkah-langkah penelitian expos facto?
C. Tujuan
Penulisan
Tujuan
yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini adalah :
1. Untuk memenuhi kelengkapan tugas
mata kuliah Metodologi Penelitian Manajemen Pendidikan
2. Memberi informasi tentang penelitian
experimen dan penelitian ex-post facto
D. Manfaat
Penulisan
Manfaat
penulisan makalah ini adalah :
1.
Mengetahui penelitian experiment
2.
Mengetahui penelitian ex-post facto
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Penelitian
Eksperimen
1. Pengertian
Penelitian Eksperimen
Penelitian
eksperimen menurut Faisal (1982: 76) merupakan suatu metode yang sistematis dan
logis untuk menjawab pertanyaan: ”Jika sesuatu dilakukan pada kondisi-kondisi
yang dikontrol dengan teliti, maka apakah yang akan terjadi?”. Selanjutnya,
Sugiyono (2011: 72) menyatakan bahwa penelitian eksperimen dapat diartikan
sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan
tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendali.
Fraenkel,
dkk (2012: 265) menyatakan bahwa penelitian eksperimen adalah unik di dalam dua
hal yang sangat penting. Penelitian ini merupakan satu-satunya jenis penelitian
yang secara langsung mencoba untuk mempengaruhi suatu variabel tertentu, dengan
,enerapkan variabel bebas dan variabel terikat. Penelitian ini juga merupakan
jenis penelitian yang terbaik dalam pengujian hipotesis hubungan sebab akibat
atau kausalitas.
Hamid
Darmadi (2011:175) menyatakan bahwa penelitian eksperimen adalah satu-satunya
metode penelitian yang benar-benar dapat menguji hipotesis hubungan
sebab-akibat. Metode ini menyajikan pendekatan yang paling valid untuk
menyelesaikan masalah-masalah sosial/pendidikan; suatu metode yang sistematis
dan logis untuk menjawab pertanyaan: “Jika penyelidikan dilakukan pada
kondisi-kondisi yang dikontrol dengan teliti, maka apakah yang akan terjadi?”.
Dalam
penelitian eksperimen, peneliti memanipulasi variabel bebas, kemudian
mengobservasi pengaruh yang diakibatkan dari manipulasi yang dilakukan. Untuk
mendapatkan pengaruh yang betul-betul bersih dari pengaruh luar, peneliti
melakukan kontrol yang cermat terhadap masuknya pengaruh faktor luar. Dalam
penelitian eksperimen variabel-variabel yang ada termasuk variabel bebas atau
independent variabel dan variabel terikat atau dependent variabel, sudah
ditentukan secara tegas oleh peneliti sejak awal penelitian.
Dalam
penelitian eksperimen, kontrol yang cermat terhadap kemungkinan masuknya
pengaruh faktor lain sangat diperlukan agar mendapatkan faktor-faktor yang
benar-benar murni dari faktor-faktor yang dimanipulasi. Penelitian eksperimen
bertujuan untuk:
1.
Menguji hipotesis yang diajukan dalam penelitian.
2.
Memprediksi kejadian atau peristiwa di dalam latar
eksperimen.
3.
Menarik generalisasi hubungan antarvariabel.
2. Karakteristik
Penelitian Eksperimen
Menurut
Ary (1985), ada tiga karakteristik penting dalam penelitian eksperimen, anatara
lain:
1. Variabel
bebas yang dimanipulasi
Memanipulasi
variabel adalah tindakan yang dilakukan oleh peneliti atas dasar pertimbangan
ilmiah. Perlakuan tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka untuk
memperoleh perbedaan efek dalam variabel yang terkait.
2. Variabel
lain yang berpengaruh dikontrol agar tetap konstan
Menurut
Gay (1982), control is an effort on the part of researcher to remove the
influence of any variable other than the independent variable that ought affect
performance on a dependent variable. Dengan kata lain, mengontrol merupakan
usaha peneliti untuk memindahkan pengaruh variabel lain yang mungkin dapat
mempengaruhi variabel terkait. Dalam pelaksanaan eksperimen, group eksperimen
dan group kontrol sebaiknya diatur secara intensif agar karakteristik keduanya
mendekati sama.
3. Observasi
langsung oleh peneliti
Tujuan
dari kegiatan observasi dalam penelitian eksperimen adalah untuk melihat dan
mencatat segala fenomena yang muncul yang menyebabkan adanya perbedaan diantara
dua group.
a.
Perlakuan (treatment) Penelitian Eksperimen.
b.
Penelitian eksperimen pada intinya sama dengan observasi.
Perbedaan antara keduanya terletak pada objek yang diamati.
c.
Pada observasi yang bukan eksperimen, objek yang diamati
telah ada, sedangkan pada eksperimen objek yang diamati itu diciptakan situasi
munculnya oleh peneliti.
d.
Memunculkan objek pengamatan itu adalah melalui perlakuan
atau treatment.
e.
Pengendalian / Kontrol Penelitian Eksperimen.
Kesimpulan tentang hubungan kausal
antara variabel bebas dan variabel terikat dengan valid, bila dilakukan
pengontrolan pengaruh variabel lain terhadap variabel terikat.
a.
Pengontrolan ini menggunakan apa yang disebut dengan
kelompok kontrol. Dalam berbagai segi, keberadaan kelompok kontrol sarna dengan
kelompok eksperimen.
b.
Satu-satunya perbedaan adalah, pada kelompok eksperimen
diberi perlakuan (treatment), sedangkan pada kelompok kontrol tidak ada
perlakuan.
c.
Dengan demikian, bila muncul gejala yang berbeda antara
kedua kelompok, maka itu dianggap sebagai pengaruh perlakuan atau treatment
effect.
d.
Model Rancangan Penelitian Eksperimen.
3. Bentuk-bentuk
Desain Penelitian Eksperimen
Menurut
Sugiyono (2011:73) terdapat beberapa bentuk desain eksperimen, yaitu :
a. Pre-experimental
(nondesign), yang
meliputi one-shot case studi, one group pretestposttest, intec-group
comparison;
b. True-experimental, meliputi posttest only control
design, pretest-control group design;
c. Factorial
experimental;
dan
d. Quasi experimental,
meliputi time series design dan
nonequivalent control group design.
Penjelasan mengenai bentuk-bentuk
desain tersebut adalah sebagai berikut
a. Pre-experiment
Disebut
pre-experiments karena desain ini belum merupakan desain
sungguh-sungguh. Masih terdapat variabel luar yang ikut berpengaruh terhadap
terbentuknya variabel dependen. Hasil eksperimen yang merupakan variabel
dependen itu akan semata-mata dipengaruhi oleh variabel independen. Hal ini
dikarenakan tidak adanya variabel kontrol dan sampel tidak dipilih secara
random.
Dalam
pre-experimental design terdapat tiga alternatif desain sebagai berikut.
1) One-shot
case study
Jenis
one-shot case study dimaksudkan untuk menunjukkan kekuatan pengukuran
dan nilai ilmiah suatu desain penelitian. Adapun bagan dari one-shot case
study adalah sebagai berikut:
X
|
O
|
Perlakuan
terhadap variabel independen
(Treatment
of independent variable)
|
Pengamatan
atau pengukuran terhadap variabel dependen (Observation or measurement
of dependent variable)
|
Dengan X: kelompok yang akan diberi
stimulus dalam eksperimen dan O: kejadian pengukuran atau pengamatan.
Bagan tersebut dapat dibaca sebagai
berikut: terdapat suatu kelompok yang diberi perlakuan, dan selanjutnya
diobservasi hasilnya.
Contoh: Pengaruh penggunaan Komputer
dan LCD (X) terhadap hasil belajar siswa (O).
2) The one
group pretest-posttest design
Perbedaan dengan desain pertama
adalah, untuk the one group pretest-posttest design, terdapat
pretest sebelum diberi perlakuan, hasil perlakuan dapat diketahui dengan lebih
akurat, karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum diberi perlakuan.
Bentuk bagan desain tersebut adalah
sebagai berikut.
O1
|
X
|
O2
|
Pretest
|
Treatment
|
Posttest
|
Pengaruh perlakuan: O1 – O2
Desain ini mempunyai beberapa
kelemahan, karena akan menghasilkan beberapa ukuran perbandingan. Kelemahan
tersebut antara lain disebabkan oleh faktor historis (tidak menghasilkan
perbedaan O1 dan O2), maturitation (subjek penelitian dapat mengalami
kelelahan, kebosanan, atau kelaparan dan kadang enggan menjawab jika dinilai
tidak sesuai dengan nilai yang berlaku), serta pembuatan instrument penelitian.
Kejelekannya yang paling fatal adalah tidak akan menghasilkan apapun.
3) The
static-group comparison.
Penelitian
jenis ini menggunakan satu group yang dibagi menjadi dua, yang satu memperoleh
stimulus eksperimen (yang diberi perlakuan) dan yang lain tidak mendapatkan stimulus
apapun sebagai alat kontrol. Masalah yang akan muncul dalam desain ini adalah
meyangkut resiko penyeleksian terhadap subjek yang akan diteliti. Oleh karena
itu, grup tersebut harus dipilih secara acak.
Ketiga bentuk desain preexperiment
itu jika diterapkan untuk penelitian akan banyak variabel luar masih
berpengaruh dan sulit dikontrol, sehingga validitas internal penelitian menjadi
rendah.
b. True
Experiments
Disebut
sebagai true experiments karena dalam desain ini peneliti dapat
mengontrol semua variabel luar yang mempengaruhi jalannya eksperimen. Jadi,
validitas internal (kualitas pelaksnaaan rancangan penelitian) menjadi tinggi.
Sejalan dengan hal tersebut, tujuan dari true experiments menurut
Suryabrata (2011 : 88) adalah untuk menyelidiki kemungkinan saling hubungan
sebab akibat dengan cara mengenakan perlakuan. True experiments ini
mempunyai ciri utama yaitu sampel yang digunakan untuk eksperimen maupun
sebagai kelompok kontrol diambil secara random dari populasi tertentu.
Atau dengan kata lain dalam true experiments pasti ada kelompok kontrol
dan pengambilan sampel secara random. Selanjutnya, jenis penelitian yang
termasuk dalam true experiments adalah: pretestposttes control group
design, posttest-only control group design, extensions of true experimental
design, multigroup design, randomized block design, latin square design,
factorial design.
Adapun
penjelasan mengenai jenis-jenis penelitian tersebut dapat dielaborasi sebagai
berikut :
1) Pretest-posttes
control group design
Dalam
desain ini terdapat dua grup yang dipilih secara random kemudian diberi pretest
untuk mengetahui perbedaan keadaan awal antara group eksperimen dan group
kontrol. Hasil pretest yang baik adalah jika nilai group eksperimen tidak
berbeda secara signifikan.
Bagan dari desain penelitian
tersebut adalah sebagai berikut.
R
|
O1
|
X
|
O2
|
R
|
O3
|
O4
|
Pengaruh perlakuan adalah: (O2 – O1) – (O4 – O3)
2) Posttest-only
control group design
Dalam
desain ini terdapat dua kelompok yang masing-masing dipilih secara random (R).
Grup pertama diberi perlakuan (X) dan grup yang lain tidak.
Bagan penelitian ini adalah sebagai
berikut.
R
|
X
|
O1
|
R
|
O2
|
Pengaruh adanya perlakuan adalah (O1:O2)
Dalam penelitian, pengaruh perlakuan
dianalisis dengan uji beda menggunakan statistik t-test. Jika ada
perbedaan yang signifikan antara grup eksperimen dan grup kontrol maka
perlakuan yang diberikan berpengaruh secara signifikan.
c. Factorial
Design
Desain
merupakan modifikasi dari design true experimental, yaitu dengan
memperhatikan kemungkinan adanya variabel moderator yang mempengaruhi perlakuan
terhadap hasil. Semua grup dipilih secara random kemudian diberi pretest. Grup
yang akan digunakan untuk penelitian dinyatakan baik jika setiap kelompok
memperoleh nilai pretest yang sama.
d. Quasi
Experiments
Quasi experiments disebut juga dengan eksperimen pura-pura. Bentuk desain ini
merupakan pengembangan dari trueexperimental design yang sulit
dilaksanakan. Desain ini mempunyai variabel kontrol tetapi tidak digunakan
sepenuhnya untuk mengontrol variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan
eksperimen. Desain digunakan jika peneliti dapat melakukan kontrol atas
berbagai variabel yang berpengaruh, tetapi tidak cukup untuk melakukan
eksperimen yang sesungguhnya.
Dalam eksperimen ini, jika
menggunakan random tidak diperhatikan aspek kesetaraan maupun grup
kontrol. Bentuk-bentuk quasiexperiments antara lain :
1) Time
Series Design
Ciri desain ini adalah grup yang digunakan
tidak dapat dipilih secara random.
O1
O2 O3 O4 x O5 O6 O7
O8
|
Dalam desain ini, kelompok yang
digunakan untuk penelitian tidak dapat dipilih secara acak. Sebelum diberi
perlakuan, kelompok diberi pretest sampai empat kali, dengan maksud untuk mengetahui
kestabilan dan kejelasan keadaan kelompok sebelum diberi perlakuan.
Jika hasil pretest selama empat kali
ternyata nilainya berbeda-beda, berarti kelompok tersebut keadaannya labil,
tidak menentu, dan tidak konsisten. Setelah kestabilan kelompok dapat diketahui
dengan jelas, maka baru diberi perlakuan.
Hasil pretest yang baik adalah O1 =
O2 = O3 = O4 dan hasil perlakuan yang baik adalah O5 = O6 = O7 = O8. Besar
pengaruhnya perlakuan adalah (O5 + O6 + O7 + O8) – O1 + O2 + O3 + O4).
Sebelum diberi perlakuan, grup
diberi pretest sampai empat kali, dengan maksud untuk mengetahui kestabilan dan
kejelasan keadaan grup sebelum diberi perlakuan.
Jika hasil pretest selama empat kali
ternyata nilainya berbeda-beda, berarti grup tersebut dalam kondisi tidak stabil
dan tidak konsisten. Setelah kondisi tidak labil maka perlakuan dapat mulai
diberikan.
2) Nonequivalent
control group design
Desain
ini hampir sama dengan pretest-posttest control group design, tetapi
pada desain ini group eksperimen maupun group kontrol tidak dipilih secara random.
B. Penelitian
Ex-Post Facto
1. Pengertian
Penelitian Ex-Post Facto
Penelitian
ex-post facto merupakan penelitian dimana variabel-variabel bebas telah terjadi
ketika peneliti mulai dengan pengamatan variabel-variabel terikat dalam suatu
penelitian (Hammadi, 2010 : 223). Nama ex post facto sendiri dalam bahasa latin
artinya “dari sesudah fakta”. Hal ini menunjukkan bahwa penelitian itu
dilakukan sesudah perbedaan-perbedaan dalam variabel bebas itu terjadi karena
perkembangan kejadian itu secara alami.
Penelitian
ex-post facto secara metodis merupakan penelitian experimen yang juga menguji
hipotesis, tetapi tidak memberikan perlakuan-perlakuan tertentu karena sesuatu
sebab untuk memberikan perlakuan atau manipulasi. Biasanya karena alasan etika
manusiawi atau gejala atau peristiwa tersebut sudah terjadi dan ingin
menelusuri faktor-faktor penyebabnya atau hal-hal yang mempengaruhinya.
Penelitian
ex-post facto bertujuan menemukan penyebab yang memungkinkan perubahan
perilaku, gejala atau fenomena yang disebabkan oleh suatu peristiwa, perilaku,
gejala atau fenomena yang disebabkan oleh suatu peristiwa, perilaku atau
hal-hal yang menyebabkan perubahan pada variabel bebas secara keseluruhan sudah
terjadi. Sebagai contoh : kita akan menguji hipotesis bahwa perceraian akan
mengakibatkan penyimpangan perilaku anak-anak. Dalam situasi ini kita tidak
dapat mengeksperimenkan suatu keluarga untuk melakukan perceraian. Perceraian
dalam hal ini bukan variabel bebas yang tidak dapat dimanipulasikan. Suatu hal
yang tidak mungkin dilakukan pada keluarga yang sedang mengalami perceraian.
Donald
Ary (1982:382-383) juga menyatakan bahwa penelitian ex post facto merupakan
penemuan empiris yang dilakukan secara sistematis, peneliti tidak melakukan
kontrol terhadap variabel-variabel bebas karena manifestasinya sudah terjadi.
Sebagai contoh seorang peneliti ingin mengetahui pengaruh merokok terhadap
kemampuan menyerap oksigen dalam darah. Peneliti tidak mungkin melakukan
eksperimen dengan menyuruh orang menghisap beberapa batang rokok dalam sehari
untuk diketahui pengaruhnya terhadap kemampuan darah dalam mengikat oksigen.
Berdasarkan
uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penelitian ex-post facto merupakan
penelitian yang menjelaskan atau menemukan bagaimana variabel-variabel dalam
penelitian saling berhubungan atau berpengaruh, serta menemukan bagaimana
gejala-gejala atau perilaku itu terjadi.
Dasar
penelitian ex-post facto adalah :
1.
Menilai dengan subjek yang berbeda pada variabel bebas dan
mencoba untuk menentukan konsekuensi yang berbeda. Contoh : pengaruh orang tua
tunggal dan orang tua lengkap (variabel terikat) terhadap pembolosan (variabel
bebas).
2.
Dimulai dari subjek yang berbeda sebagai variabel terikat
dan berusaha menentukan penyebab perbedaan itu. Contoh : perbandingan siswa
yang latarnya dari sekolah tinggi dengan orang-orang yang drop out
(variabel terikat) pada variabel bebas seperti motivasi atau kedisiplinan.
2. Ciri-ciri
Penelitian Ex-post Facto
Adapun
ciri-ciri penelitian ex-post facto adalah sebagai berikut :
a) Data dikumpulkan setelah semua peristiwa
terjadi.
b) Variabel terikat ditentukan terlebih dahulu,
kemudian merunut ke belakang untuk menemukan sebab, hubungan, dan maknanya.
c) Penelitian ex post facto dilakukan jika
dalam beberapa hal penelitian eksperimen tidak dapat dilaksanakan. Hal tersebut
adalah:
·
Jika tidak mungkin memilih, mengontrol, dan memanipulasi
faktor-faktor yang diperlukan untuk meneliti hubungan sebab akibat secara
langsung
·
Jika control semua variable kecuali independent tunggal,
tidak realistik, dan artificial, mencegah interaksi yang normal dengan variable
lain yang mempengaruhi.
d) Jika kontrol secara laboratori untuk
beberapa tujuan tidak praktis, dari segi biaya dan etik dipertanyakan.
3. Langkah-langkah
Penelitian Ex-post Facto
Untuk
mendapatkan hasil penelitian yang baik, peneliti perlu melakukan
langkah-langkah sebagai berikut:
a) Perumusan Masalah
Masalah
yang ditetapkan harus mengandung sebab atau kausa bagi munculnya variabel
dependen, yang diketahui berdasarkan hasil-hasil penelitian yang pernah
dilakukan atau penafsiran peneliti terhadap hasil observasi fenomena yang
diteliti. Masalah penelitian ini dapat berbentuk pernyataan hipotesis atau
tujuan. Rumusan hipotesis digunakan jika sifat dasar perbedaan dapat diprediksi
oleh peneliti sebelum data dikumpulkan. Sedangkan rumusan pernyataan tujuan
digunakan bila peneliti tidak dapat memprediksi perbedaan antar kelompok subjek
yang dibandingkan dalam variabel tertentu.
b) Hipotesis
Setelah
masalah dirumuskan, peneliti harus mampu mengidentifikasikan tandingan atau
alternatif yang mungkin dapat menerangkan hubungan antar variabel independen
dan dependen.
c) Pengelompokkan Data
Penentuan
kelompok subjek yang akan dibagi, pertama-tama kelompok yang diplih harus
memiliki karakteristik yang menjadi konsen penelitian. Selanjutnya Peneliti
memilih kelompok yang tidak memiliki karakteristik tersebut atau berbeda
tingkatannya.
d) Pengumpulan Data
Hanya
data yang diperlukan yang kumpulkan, baik yang berhubungan dengan variabel
dependen maupun berkenaan dengan faktor yang dimungkinkan munculnya hipotesis
tandingan. Karena penelitian ini menyelidiki fenomena yang sudah terjadi,
sering kali data yang diperlukan sudah tersedia sehingga peneliti tinggal
memilih sumber yang sesuai. Disamping itu berbagai instrumen seperti les,
angket, interview, dapat digunakan untuk mengumpul data bagi peneliti.
e) Analisis Data
Teknik
analisis data yang digunaka, serupa dengan yang digunakan dalam penelitian
diferensial maupun eksperimen. Dimana perbandingan nilai variabel dependen
dilakukan antar kelompok subjek atas dasar faktor yang menjadi konsen. Hal ini
dapat dilakukan dengan teknik analaisi uji-T, independen atau ANAVA, tergantung
dari jumlah kelompok dari faktor tersebut. Apapun teknik analisis statistik
inferensial yang digunakan, biasanya analisis tersebut diawali dengan
perhitungan niali rata-rata atau mean dan stansar deviasi untuk mengetahui
antar kelompok secara deskripitif.
f) Penafsiran Hasil
Pernyataan
sebab akibat dalam penelitian ini perlu dilakukan secara hati-hati. Kualitas
hubungan antar variabel independen dan dependen sangat tergantung pada
kemampuan peneliti untuk memilih kelompok perbandingan yang homogen dan
keyakinan bahwa munculnya hipotesis tandingan dapat dicegah.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pada
dasarnya penelitian ini bertujuan untuk memecahkan
masalah yang sering timbul di
sekitarnya. Untuk dapat melaksanakan suatu penelitian yang baik, perlu
dipahami terlebih dahulu segala sesuatu yang berkait dengan komponen-komponen
penelitian. Baik yang berkaitan dengan jenis-jenis variabel, hakekat
penelitian, karakteristik, tujuan, syarat-syarat penelitian,
langkah-langkah penelitian dan bentuk-bentuk desain. Penelitian
eksperimen merupakan metode penelitian yang menguji hipotesis hubungan
sebab-akibat. Metode ini menyajikan
pendekatan yang valid untuk menyelesaikan
masalah-masalah sosial/pendidikan. Bentuk-bentuk Desain
Penelitian Eksperimen : pre-experimental, true experimental, factorial
desaign dan quasi experimental.
Penelitian Ex-Post Facto merupakan penelitian
dimana variabel-variabel bebas telah terjadi ketika peneliti mulai dengan
pengamatan variabel-variabel terikat dalam suatu penelitian. Penelitian Ex Post
Facto bertujuan menemukan penyebab yang memungkinkan perubahan perilaku, gejala
atau fenomena yang disebabkan oleh suatu peristiwa, perilaku, gejala atau
fenomena yang disebabkan oleh suatu peristiwa, perilaku atau hal-hal yang
menyebabkan perubahan pada variabel bebas secara keseluruhan sudah terjadi.
B. Saran
Dengan
adanya keterbatasan dalam penulisan makalah penelitian ini, kepada peneliti
lain diharapkan untuk mengadakan penelitian sejenis lebih lanjut dengan
melakukan penelitian yang lebih luas, sampel yang lebih banyak dan menggunakan
rancangan penelitian yang lebih kompleks sehingga dapat ditemukan hasil yang
lebih optimal dan bisa digeneralisasikan.
Ary, Donal. (1982). Pengantar Penelitian Dalam Kependidikan.
Surabaya : Usaha Nasional.
Darmadi, Hamid. 2011. Metode
Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta
Sugiyono, Prof.Dr. (2009). Metode Penelitian Pendidikan
Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Jack R. Frankel dan Norman E.
Wallen. 2011. 8th edition. How to Design and
Evaluate
Research in Education. New Work: Mc. Graw Hill Publisher Inc

Komentar
Posting Komentar
Add a comment....